We present a concept of social enterprise/social entrepreneurship based in Mollo, Timor and utilize the natural and cultural potential for economic improvement as well as the empowerment of local communities, particularly young people. Our focus includes literacy, art-culture and the creative economy. This project involves the youth community, village library as a center for arts and culture, homestay and creative economy. It is located in Jl. Kampung Baru, No. 2, Village of Taeftob, District of North Mollo, South Central Timor, East Nusa Tenggara, Indonesia 85552. Telp./Whatsapp 081338037075. E-mail: lakoat.kujawas@gmail.com.

Tampilkan postingan dengan label festival seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival seni. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2018

Latihan Teater "Kebahagiaan Yang Pergi Dari Rumah"

Lakoat.Kujawas 6 Juni 2018


November 2017 seniman asaesa Taiftob dan bergiat dengan 25 anak Mollo yang bersekolah di SMPK St Yoseph Freinademetz dan SDK Yaswari III. Mereka belajar teknik dasar teater. Setahun juga, mereka belajar menulis cerita pendek dan puisi di kelas yang kami namai To The Loghthouse. Selasa nanti mereka akan meluncurkan buku cerpen perdana mereka, Dongeng dari Kap Na'm To Fena di Aula Paroki Kapan. Di acara yang sama, mereka akan membaca penggalan cerpen mereka dan mementaskan sebuah teater kecil berjudul Kebahagiaan yang Pergi dari Rumah. Naskahnya kami tulis bersamasama, kami adaptasi dari puisi kak Shinta dengan judul yang sama. Bagaimana prosesnya? Ilmu yang mereka pelajari November lalu ternyata sangat membekas. Imajinasi dan tubuh dipakai maksimal. Mereka menciptakan gerak dan bebunyiannya sendiri. Penasaran? Selasa tanggal 12 jam 9 pagi bisa hadir di acara peluncuran buku mereka di Kapan. Yang berminat beli buku Dongeng dari Kap Na'm To Fena berisi 48 cerita pendek l Makassar Shinta Febriany pernah tinggal lebih dari sepekan di komunitas @lakoat.kujawas dmereka, silakan order via whatsapp 081338037075. #lakoatkujawas #mollo #desataiftob#homestay #artspace #community #coworkingspace#library bit.ly/lakoatkujawas


Senin, 03 Juli 2017

@LKJWS.CO, TOKO ONLINE PERTAMA DARI DESA TAIFTOB


Bertepatan dengan ulang tahun pertama kewirausahaan sosial Lakoat.Kujawas di desa Taiftob, Timor Tengah Selatan, kami luncurkan satu ruang khusus di Instagram, toko online yang menjual berbagai produk usaha kecil dan menengah hasil kerja kolaborasi kami dengan petani dan penenun Mollo: @lkjws.co by Lakoat.Kujawas. Tersedia berbagai produk unggulan seperti madu hutan, Kopi Mollo, sambal lu'at khas Mollo dengan varian andalan kami ekstra daun sipa, ekstra kulit jeruk dan ekstra bawang putih lokal dari lereng gunung Mutis. Termasuk alkosu dan berbagai jenis kain tenun yang dikerjakan perempuan Mollo, mitra kami.


Khusus untuk periode Juni-Juli 2017, pembelian di toko online kami sudah termasuk donasi IDR 25K untuk support komunitas kesenian kami yang Agustus nanti akan menyelenggarakan Festival 'Pau Kolo, festival seni dan literasi. Akan ada pameran foto, workshop tari dan teater, kelas Bahasa Inggris dan sains. Sebelumnya sudah berlangsung workshop fotografi bersama relawan dari SekolahMUSA dan Gadgetgrapher Kupang. 

Info dan pemesanan produk kami, silakan kontak whatsapp 081338037075.

Baca juga:
Proposal Festival Seni dan Literasi 'Pau Kolo di sini
Sepatu Untuk Mollo di sini



Jumat, 24 Februari 2017

Program #MnahatFeU2017

Dengan bangga kami umumkan bahwa mulai besok tanggal 25 Februari 2017 kami, para relawan dari Soe dan Kupang, anak-anak dan orang muda desa Taiftob siap memulai festival seni dan literasi yang kali ini mengambil tema 'Merayakan Musim Panen'. Festival ini adalah impian kami semua. Akan ada sekitar 7 jenis workshop, festival pangan lokal, pembacaan puisi, diskusi dan presentasi teater. Festival ini kami rencanakan akan berakhir tanggal 26 Maret 2017. Terima kasih untuk para donatur yang sudah mendukung dan memungkinkan mimpi bikin mnahat feu bisa terwujud. Donasi kamus, tas sekolah dan buku sastra (puisi dan cerpen) untuk anak-anak yang mengikuti kelas bahasa Inggris dan kelas menulis kreatif (simak proposal kami di bit.ly/mimpilakoat).

Sabtu, 25 Februari 2017
  1. Pembukaan festival Mnahat Feu di halaman perpustakaan lakoat.kujawas. Games perkenalan dipimpin oleh kak Randi Tamelan, melibatkan seluruh relawan dan anak-anak.
  2. Acara selanjutnya adalah pembacaan puisi dan cerpen oleh anak-anak dan relawan. Selanjutnya ditutup dengan menari bonet bersama sebagai tanda bahwa festival Mnahat Feu resmi digelar hingga nanti puncaknya tanggal 26 Maret 2017. 
  3. Setelah anak-anak pulang, akan ada acara khusus antara relawan dan orang muda desa Taiftob. Topik diskusinya adalah 'Perlindungan Anak'. Secara ringan kita akan mendiskusikan hal apa saja yang penting untuk diperhatikan para relawan karena setiap event kita terkait dengan anak-anak. Apa saja yang perlu kita sebagai relawan lakukan, dan yang tidak perlu kita lakukan. Materi diskusi akan dibawakan oleh kak Yanri Tauho, relawan yang juga bekerja di LSM Wahana Visi Indonesia TTS,

Minggu I-IV
Akan ada tiga kelas yang berjalan paralel, yakni:
  1. Kelas Bahasa Inggris khusus untuk kelompok anak SD kelas 1-4 bersama kak Putri Fanda
  2. Kelas Bahasa Inggris khusus untuk kelompok anak SD kelas 5-6 bersama kak Randi Tamelan
  3. Kelas menulis kreatif khusus untuk siswa SMP dan SMA, bersama kak Dicky Senda
Catatan: 4 kali pertemuan setiap Hari Rabu selama 4 Minggu periode project Mnahat Fe’u

Jumat, 03 Maret 2017
Kelas Inspiratif Anak dan tanaman obat oleh Norce Nonufa

Jumat, 10 Maret 2017
Kelas Inspiratif Funtastic Science oleh Sonya Manafe

Jumat, 17 Maret 2017
Latihan Teater dan Kelas Menari oleh Samryd Neonufa

Jumat, 24 Maret 2017
GR Teater dan Final Preparation Mnhat Fe’u



Festival Mnahat Fe’u (Day 1)
Minggu, 26 Maret 2017
  1. Festival Pangan lokal
  2. Kelas Inspiratif Virtual reality oleh Ari Saekoko
  3. Pemutaran film pendek anak-anak terkait pertanian, kehidupan di desa, dsb (kerjasama dengan Komunitas Film Kupang)
  4. Workshop Teater bersama Linda Tagie, workshop tata kostum bersama Randi Tamelan, workshop dramatical reading bersama Dicky Senda
  5. Sharing session: Mollo di Era Kolonial Belanda, bersama Sarlota N Sipa (sejarawan muda Mollo). Minggu, 26 Maret 2017 jam 5 sore bertempat di perpustakaan lakoat.kujawas Jalan kampung baru, Kapan. Acara ini khusus untuk orang muda TTS, info dan konfirmasi kehadiran 081338037075.


Festival Pangan Lokal (Day 2)
Minggu, 26 Maret 2017
  1. Sing Your Poetry. Workshop Gitar hari kedua bersama kak Fill dan kak Bentho. Workshop teater bersama Linda Tagie dan workshop tata kostum bersama Randi Tamelan
  2. Pentas puisi, dramatical reading dan presentasi Teater Mnahat Feu
  3. Bonet bersama seluruh relawan, anak-anak, orang muda dan orang tua
  4. Bagi Hadiah
  5. Diskusi bersama Danny Wetangterah, "Orang muda NTT, kerja volunteer dan passion."



Randiano Tamelan
Programer Mnahat Feu



Senin, 20 Februari 2017

#MimpiLakoat: Kelas Seni dan Literasi di Lakoat.Kujawas

Ada banyak mimpi di desa Taiftob, bersama warga dan teman-teman volunteer kami coba wujudkan satu persatu.

Bersama dengan lebih dari 50 anak-anak desa Taiftob yang bergiat di Lakoat.Kujawas, kami akan menyelenggarakan satu festival kecil bernama Mnahat Fe'u, setelah dua bulan lalu sukses menyelenggarakan festival pertama kami Elaf Dame (baca di bit.ly/elafdame). Mnahat Fe'u sendiri artinya salah satu jenis tarian bonet khusus ditarikan saat pesta panen. Mulai  bulan depan, Mollo sendiri mulai masuk ke musim panen. Berbagai jenis buah, sayuran, jagung dan kacang akan masuk dalam musim panen. Dengan tema 'Merayakan Musim Panen' kami ingin bersama warga desa Taiftob menyelenggarakan beberapa agenda kreatif di bidang seni dan literasi. Salah satunya adalah agenda kelas menulis kreatif dan kelas bahasa Inggris. Kedua program ini akan kami mulai tanggal 24 Februari 2017 dan akan berakhir tanggal 26 Maret 2017 saat Festival Pangan Lokal (baca juga proposal kami di bit.ly/mnahatfeu).


Kelas menulis kreatif sendiri akan difasilitasi oleh kak Dicky Senda, sedangkan kelas bahasa Inggris akan difasilitasi oleh kak Randi Tamelan dan kak Putri Fanda. Kelas menulis kreatif untuk siswa SMP-SMA yang bergiat di Lakoat.Kujawas (sekitar 10-12 remaja), kelas bahasa Inggris bersama kak Randi khusus untuk siswa SD kelas 5-6, sedangkan bersama Putri lebih banyak berupa games tapi tetap dengan muatan bahasa Inggris sebagai pengenalan awal kepada anak-anak, khususnya kelas 1-4 SD.

Program ini akan berlangsung minimal 5 kali pertemuan. Sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang nantinya akan mengikuti ketiga program khusus ini, lewat aksi #MimpiLakoat, kami ingin memberikan mereka semacam reward berupa:


  1. Kamus bahasa Inggris (kelompok kak Randi)
  2. Botol minum atau tumblr (kelompok kak Putri), dan 
  3. Buku puisi atau buku cerpen (kelompok kak Dicky). 


Teman-teman yang ingin ikut berdonasi dalam bentuk uang atau barang yang kami maksud, bisa mengontak kami di 081338037075 (bisa whatsapp) atau email: dickysenda@gmail.com).

Terima kasih...

Selasa, 31 Januari 2017

Yuk, Bantu Wujudkan Mnahat Fe’u, Pesta Panen Ala Anak-Anak Desa Taiftob


Salam Lakoat.Kujawas dari desa Taiftob, kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Lakoat.Kujawas berasal dari dua nama buah yang mewakili keanekaragaman tumbuhan di Mollo, buah lakoat (loquat dalam bahasa Jepang atau biwah dalam bahasa Indonesia) dan kujawas (atau guajava dalam bahasa Latin dan jambu biji dalam bahasa Indonesia). Lakoat.Kujawas adalah ruang kreatif tempat berkumpulnya anak-anak, remaja dan orang muda desa Taiftob.




Lakoat.Kujawas: Selayang Pandang

Sejak 13 Juni 2016, Lakoat.Kujawas telah merintis kerjakolaborasi dengan beberapa orang perempuan penenun dan petani untuk memproduksi lotis (sotis) #paufkolo, motif khas Mollo dan berbagai produk pertanian seperti Kopi Mollo, sambal lu'at khas Mollo dan madu dari hutan Mollo. Dengan pendekatan kewirausahaan sosial (social enterprise) kami mencoba mengemas produk tersebut dengan lebih baik dan menjualnya lewat Instagram @lakoat.kujawas. Kami juga mulai mengelola homestay di desa Taiftob dan Fatumnasi (berkolaborasi dengan Lopo Mutis Homestay di desa Fatumnasi) untuk mewujudkan mimpi bahwa pengelolaan pariwisata lokal baiknya dimulai dari warga lokal itu sendiri (community based tourism). Dengan memanfaatkan bekas gudang di salah satu rumah warga, kami juga telah merintis perpustakaan warga dengan anggota aktif lebih dari 60 orang. Perpustakaan ini telah menjadi ruang berkumpul, diskusi, dan presentasi berbagai kegiatan literasi dan kesenian.
Sejak November 2016, ruang perpustakaan Lakoat.Kujawas menjadi tempat anak-anak belajar Bahasa Inggris di program Speaking English with Children at Lakoat.Kujawas. Ini adalah Giving Back Program dari dua kawan relawan dan fasilitator kami, Randi Tamelan dan Edwin Boimau. Tujuan sederhana dari program ini adalah anak kelas 5-6 SD mengenal bahasa Inggris dengan cara menyenangkan sebagai modal dasar jelang masuk SMP, dan lebih dari itu, mereka dilatih untuk percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain, berbicara di depan umum, dsb. Sebagai penutup dari program itu, kami telah menyelenggarakan #ElafDame, festivalseni untuk perdamaian yang terdiri dari beberapa workshop kesenian dan literasi seperti menulis ide cerita untuk pementasan teater, menyanyi dan menari dimulai sejak 15 Desember 2016 hingga penutupnya di tanggal 7-8 Januari 2017 yang kami isi dengan festival permainan tradisional, art therapy: mewarnai, sesi sharing dari relawan yang baru kembali studi di Australia, nonton film pendek karya sutaradara muda dari Kupang dan presentasi teater berjudul Kap Nam To Fena (asal usul nama kota Kapan) yang ditulis kolaborasi oleh relawan kami, Dicky Senda dan anak-anak desa Taiftob.
Bertolak dari kesuksesan itu, antusiasme anak-anak dan kerinduan Lakoat.Kujawas untuk terus konsisten melakukan berbagai kegiatan seni dan literasi yang melibatkan anak-anak dan kaum muda setempat, kami telah bersiap untuk program berikutnya yang kami namai Mnahat Fe'u.


Apa Itu Mnahat Fe'u?

Terinspirasi dari tradisi orang Meto atau masyarakat suku Dawan yang menyelenggarakan pesta syukur panen dengan menari bonet (mnahat fe'u), kami ingin menyambut masa panen jagung, lakoat, alpukat, kujawas, kacang, labu dll dengan berbagai agenda kesenian dan literasi yang melibatkan anak-anak, remaja dan orang muda desa Taiftob.
Tarian bonet sendiri bisa dimaknai sebagai tarian kebersamaan, wujud dari sebuah kerjakolaborasi atau gotong royong. Bisa dilihat dari cara orang Dawan Timor menari sambil berangkulan membentuk lingkaran, sambil berbalas pantun, puisi dan lagu, yang berisi kebahagiaan dan rasa syukur kepada Pencipta dan alam semesta sebab telah memberikan hasil panen yang baik.

Apa Tujuan Mnahat Fe'u?

  1. Anak-anak dan orang muda desa Taiftob punya ruang dan kesempatan untuk berekspresi dan mengembangkan potensi diri mereka.
  2. Lewat semangat Mnahat Fe'u, kami ingin mengajak generasi muda desa Taiftob untuk memaknai kembali tradisi leluhur mereka yang sangat luar biasa ini. Tentu saja ini sebagai pengingat bahwa masyarakat Mollo adalah masyarakat pertanian, sebab dalam berbagai aspek, mereka selalu punya relasi baik dengan alam semesta. Mengenal lebih dekat tradisi literasi dan kesenian masyarakat pertanian di Mollo adalah salah misi kami.
  3. Lewat agenda kesenian dan literasi ini, kami juga ingin mengajak dan mengedukasi generasi muda desa Taiftob maupun para relawan/fasilitator yang notabene adalah orang orang muda perkotaan untuk mengenal keanekaragaman hasil pertanian di Mollo. Tahu cara pengelolaan/pemanfaatan hasil pertanian tersebut, dan lebih dari itu, mau terus mengonsumi dan mengingat bahwa semua kekayaan alam dan budaya juga tradisi ini adalah identitas dan kekayaan kita. Kenal secara baik, tahu cara pengelolaan/pemanfaatan, bangga dengan identitias itu, mendukung petani lokal hingga bisa jadi nilai bagi generasi muda adalah harapan bersama kita.

Apa Saja Agenda Mnahat Fe'u?

Mnahat Fe'u kali ini adalah pesta seni dan literasi a la generasi muda desa Taiftob selama sebulan lebih. Akan diisi dengan berbagai sesi seperti:
1.       Workshop teater, tari, puisi dan nyanyi.
2.       Kelas bahasa Inggris dan menulis kreatif
3.       Kelas inspirasi bersama para fasilitator terkait profesi dan bidang kuliah mereka (percobaan kimia, pengenalan profesi apoteker dan tanaman obat, dll)
4.       Nonton film fiksi atau dokumenter bertema pertanian
5.       Festival Pangan Lokal: membuat jagung bose, memasak jagung katemak, se’i babi serta berbagai jenis olahan pangan lokal bersama anak-anak dan orang muda. Membuat selai lakoat, jus kujawas dan alpukat, dll.
6.       Puisi dan Kopi. Menikmati kopi Mollo, jagung dan ubi rebus serta sambal lu’at khas Mollo sambil membaca puisi, cerpen dan menyanyi.
7.       Presentasi teater bertema pertanian

Kapan dan Di Mana Mnahat Fe’u Akan Digelar?

Event ini diagendakan mulai akhir Februari 2017 berupa workshop tematik, kelas bahasa Inggris dan kelas menulis kreatif niminal selama 6 kali, hingga akhir Maret 2017, yang menjadi puncak dari Mnahat Fe’u yakni Festival Pangan Lokal dan presentasi teater bertema pertanian. Puncak dari Mnahat Fe’u diagendakan terjadi tanggal 25-26 Maret 2017.
Acara ini akan digelar di area perpustakaan Lakoat.Kujawas desa Taiftob. Alamat lengkapnya adalah Jalan Kampung Baru, No. 2 Desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, NTT 85552.


Apakah Mnahat Fe’u terbuka untuk umum?

Dengan beberapa alasan terkait kesiapan sumber daya, petimbangan lokasi festival hingga kesiapan mental anak-anak ketika berhadapan dengan publik yang lebih luas, maka kami membatasi festival ini hanya melibatkan warga desa Taiftob, beberapa orang relawan dari SoE dan Kupang, fasilitator dan beberapa pihak yang secara khusus kami undang.




Apa Saja Kebutuhan Mnahat Fe’u

Program ini diselenggarakan secara swadaya oleh Lakoat.Kujawas, dibantu teman-teman relawan fasilitator dan masyarakat desa Taiftob. Untuk itu kami juga membuka kesempatan donasi barang atau uang dari Anda sekalian yang ingin mendukung kerja kolaborasi dan kerja kreatif anak-anak dan orang muda dari Mollo ini. Daftar kebutuhan berikut diperuntukan bagi 60an anggota aktif di Lakoat.Kujawas (plus 20 orang relawan).
  1. Film fiksi atau dokumenter terkait pertanian dan lingkungan untuk semua umur, ada terjemahan jika film berbahasa asing.
  2. Konsumsi:
a.       6x snack selama workshop = Rp. 600.000
b.      2x snack selama 2 hari puncak festival = Rp. 400.000
c.       1x Makan berat saat puncak festival = Rp. 1.500.000
  1. Kado sebagai reward untuk anak-anak dan orang muda yang sudah ikut Mnahat Fe’u dari awal hingga akhir:
a.       Kamus Bahasa Inggris untuk 30 siswa kelas 6 SD – siswa kelas 12 SMA = Rp. 1.500.000 (Kamus dengan kisaran harga Rp. 50.000 - Rp. 75.000)
b.      Tas sekolah untuk 30 siswa SD kelas 1 – kelas 5 = Rp. 1.500.000 (Tas dengan kisaran harga 50.000 - 75.000)
c.       T-shirt Lakoat.Kujawas untuk 20 orang relawan fasilitator, orang muda desa Taiftob dan para mama yang membantu memasak = Rp. 1.700.000 (@ Rp. 85.000)
  1. Sewa proyektor, sound system, dll untuk nonton film dan presentasi teater  = Rp. 750.000
  2. Lainnya/ak terduga = Rp. 300.000

Total Kebutuhan: 8.000.000

Bagaimana Cara Donasi?

Seluruh kebutuhan finansial festival ini dikelola secara profesional oleh tim relawan Lakoat.Kujawas dan akan ada pelaporan secara resmi kepada para donatur di akhir program. Donasi bisa melalui rekening:

BRI 0277- 01010910-50-5 atas nama CHRISTIANTO SENDA (konfirmasi setelah transfer ke 081338037075 (Dicky Senda)






Bagaimana caranya mengontak panitia untuk mendapat informasi yang lebih lengkap dan terperinci mengenai Mnahat Fe’u?

            Randi Tamelan: 081235436230 atau erandiano@yahoo.com

            Dicky Senda: 081338037075 atau dickysenda@gmail.com







Minggu, 15 Januari 2017

Guru #ElafDame


Warna yang berbeda mengawali kisah 2017. Masih ingat begitu jelas teriakan nama kami, pelukan erat dari tangan-tangan kecil, hingga tatapan mata  yang seakan berpesan tak mau beranjak dari kebersamaan itu. Ketika menulis catatan ini, saya masih bisa senyum sendiri sambil mengingat ekspresi dan kelakuan jenaka itu. Kata pujangga milenial, saya lagi baper!
Sudah satu minggu selepas #ElafDame, festival kesenian pertama yang digagas anak-anak desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sehari-hari bergiat di Lakoat.Kujawas. Festival yang menjadi bukti dari mimpi yang dikerjakan secara koletif dengan begitu gigih (atau malah terlampau santai dan menyenangkan?). Tentu saja tidak hanya kegigihan, ada banyak hati yang diberikan dan doa yang tersusun indah mengawal mimpi itu.
Aduh... Saya ingin sekali meluapkan semua perasaan, cerita, dan harapan terkait #ElafDame tapi mungkin akan menghabiskan 2 – 3 jam dari teman-teman untuk membacanya hehehe. Oke, saya memutuskan untuk mencuri 5 – 10 menit saja dari handai taulan sekalian yang bersedia membaca catatan ini. O ya tulisan ini barangkali lebih ke curhat pribadi saya. Semoga berkenan.

**

Mulai dari mana? Kapan harus melangkah? Jalannya akan bagaimana? Nanti siapa yang mengurus apa? Dapat kekuatan dari mana? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak sebelum memulai proses #ElafDame. Sempat kurang yakin dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu sehingga saya kerap mundur sejenak dan mencari lagi kepastian jawabannya. Ya, saya cukup idealis dalam memikul sebuah tanggung jawab yang sesuai dengan passion saya.
Ketika menjalani proses, saya rasa kak Dicky Senda sudah bisa membaca gerak gerik ini. Sehingga beliau secara soft selalu mengingatkan bahwa yang terutama dari #ElafDame adalah prosesnya. Bagaimana setiap detik pertemuan membawa sukacita dan langkah kecil dalam setiap workshop memberikan pengalaman kaya makna. Untuk semua yang terlibat di dalam #ElafDame.
Sebagai seorang yang sudah pernah bekerja bahkan untuk organisasi kemanusiaan, saya sempat kurang nyaman melihat  proses yang dirasa belum maksimal karena sudah terbiasa harus bekerja dengan memenuhi target. Namun ternyata pandangan saya selama ini sedikit keliru! Saya terlalu memimpikan hasil yang manis dan sempurna sampai lupa kalau proses yang dijalani bisa saja terlalu menyakiti.
Dalam beberapa kesempatan berbagi dengan teman relawan lainnya, saya perlahan-lahan mulai melihat dan paham bahwa proses adalah poin utama dalam tujuan mulia ini. Saya mulai mengesampingkan ego yang besar dan membuka mata bahwa ini adalah festival pertama bagi anak-anak di desa Taiftob, bahwa teman-teman relawan tidak bisa disamakan dengan teman-teman kantor saat bekerja di NGO di Surabaya, dan bahwa selama 1 bulan kami hanya menyanggupi 5 kali workshop menjelang #ElafDame bersama anak-anak.
Ketika perlahan saya akhirnya berhasil menerima kondisi yang mengitari kami di Lakoat.Kujawas, maka saya mulai merasa semakin menjadi sosok yang rasional dan praktis. Senang sudah tidak tenggelam lebih lama dalam 'lingkaran setan' ide-ide yang mengikat dan target yang terlalu tinggi menjulang. Sehingga dalam proses, segala sesuatu menjadi lebih santai, ringan dan alamiah (sebab kami berkolaborasi dengan anak-anak. Ini penting!). Bersama teman-teman relawan fasilitator membawa anak-anak ke dalam fantasi dan kekuatan mereka melalui proses pembelajaran yang penuh sukacita. Hal ini dapat diukur dari keceriaan anak-anak saat mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga ketulusan dan kesungguhan mereka dalam menutup  #Elafdame lewat presentasi teater Kap Nam To Fena. Banyak yang merinding, bahkan ada yang meneteskan air mata.
Ternyata menghargai proses adalah kenikmatan dari pilihan yang kita ambil. Dan nilai terbaik bukan dari apa yang dilihat pada presentasi akhir semata, melainkan proses yang dilalui bersama dengan begitu dinamis. Terimakasih teman-teman dan anak-anak, kalian memberikan pengaruh besar bagi pola pemikiran saya dalam memaknai 'quality over quantity in a community development'. Ke depan kita akan bersama menjalani banyak proses berkesan, besar harapan semakin kita jalan bersama semakin kita kuat berkarya sehingga ada pengalaman baik yang tak terlupakan, tertanam dalam setiap hati yang terlibat. Ini warna saya di awal tahun 2017, apa warnamu?

Salam.
Randi


Baca juga, Speaking English With Children at Lakoat.Kujawas

Bersama Ama cs dan kak Gery


Sesi sharing bersama kak Sandra Frans. "Cerita dari Australia"


Setelah workshop membuat kartu Natal

Sesi Art Therapy: Mewarnai Bersama Dino

Kamis, 12 Januari 2017

Terima Kasih Seribu Dari #ElafDame

Salam sejahtera,
Terima kasih atas dukungan Anda sekalian bagi kami di Lakoat.Kujawas, desa Taiftob, Mollo, Timor Tengah Selatan. Sejak lahir di bulan Juni 2016, kami konsisten untuk bergerak di bidang kewirausahaan sosial, literasi dan kesenian bersama warga desa khususnya anak-anak, kaum muda dan para mama penenun. Kami membangun perpustakaan yang bisa diakses warga desa dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang berkumpul, diskusi, membaca dan menonton film. Bulan November 2016, kami menggagas sebuah festival kesenian dan literasi, yang diawali dengan beberapa workshop terkait literasi dan kesenian, dan berakhir dengan presentasi atau pentas seni pada tanggal 7-8 Januari 2017. Festival itu kami namakan #ElafDame, dari bahasa Dawan Timor artinya pesta atau festival untuk menyuarakan pesan damai. Lewat kesenian dan literasi, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan damai kepada anak-anak sejak dini, bahwa kita semua adalah agen perdamaian, dimulai dari lingkungan terkecil kita (info: www.bit.ly/elafdame)
Elaf Dame sendiri berlangsung selama hampir sebulan penuh sejak tanggal 12 Desember 2016, diawali dengan 5 kali workshop teater, menulis cerita teater, dan workshop kartu natal, kostum dan dekorasi panggung. Workshop diakhiri dengan presentasi teater berjudul Kap Nam To Fena (bercerita tentang asal usul nama kota Kapan), festival permainan tradisional anak Mollo, Art Therapy: mewarnai bersama Dino, sesi sharing Cerita Dari Australia oleh dokter Sandra Frans (alumni Australia Awards 2016) dan nonton 3 film pendek karya sineas muda NTT di perpustakaan Lakoat.Kujawas. Acara ini melibatkan lebih dari 50 anak, orang muda dan relawan fasilitator dari kota SoE dan Kupang.
            Berkat dukungan dan partisipasi Anda sekalian, koleksi perpustakaan kami semakin beragam, anak-anak semakin antusias mengikuti berbagai program literasi dan kesenian, dan pada akhirnya festival kami berlangsung dengan meriah (laporan penggunaan dana bisa disimak di sini). Sekali lagi terima kasih sudah ikut bersama kami, mendukung potensi diri, kreativitas dan mimpi anak-anak dan orang muda desa Taiftob. Semoga kita bisa bekerjasama lagi di program Lakoat.Kujawas berikutnya.  

Dicky Senda
Project Director



Special thanks to:
  1. Persatuan Pelajar Indonesia Australia-ACT untuk lebih dari 50 kado peralatan sekolah
  2. Team Kece: Randi Tamelan, Norce Neonufa, Ari Saekoko, Edwin Boimau, Sisil Bouk, Sonya Manafe, Sandra Frans, Yosua Sriadi, Gery Pratama, Tata Yunita, Nansi Amu. Juga Semryd Neonufa dan Dinda Veska
  3.  Erita Buraen Sembiring untuk 38 t-shirt #elafdame
  4. Mas Dede Prabowo, Del Neonub, Sandra Frans, Alia Vital, Win Pitanuki, Resty Nona, Mila Moris Diak, Yanri Tauho dan Adi Nope. Donasi dari Anda sekalian sudah mendukung kelancaran acara, terutama konsumsi dan kebutuhan logistik mulai dari workshop 12 Desember 2016 hingga presentasi akhir tanggal 8 Januari 2017.
  5. Para partisipan Kado Natal untuk anak desa Taiftob: om Danny Wetangterah, Elen Bataona, Cornelius Selan, Siti Hajar, Dince Bunda, Aksi Untuk NTT, Rosna Bernadetha, dll
  6. Teman-teman komunitas di Kupang dan SoE: Solidaritas Giovanni Paolo, Kupang Bagarak, Komunitas Film Kupang, Sekolah Musa, Buku Bagi NTT regio Kupang, Forum Soe Peduli
  7. Orang Muda Katolik ParokiMaria Immaculata dan Pemuda GMIT Ebenhaezer Kapan.
  8. Tanta Yane, mama Meti, Mama Saubaki, Mama Lemu, Mama Oematan, Mama Rika dan para mama di desa Taiftob yang sudah mengirim kue, memasak untuk anak-anak selama festival berlangsung.
  9. Om Yohanes Manhitu yang telah memberi ide nama festival ini: #ElafDame
  10. Ayu Pello dan Dinda Veska untuk semua desain flyer #ElafDame
  11. Orang tua dari ke-52 anak yang sudah mempercayakan anak-anaknya bergiat bersama kami di Lakoat.Kujawas sejak perpustkaan kami rintis bulan Agustus 2016.
  12. Tiga orang sineas muda Kupang yang sudah mengizinkan film mereka diputar: kak Meli Hadjo, Aries Leo dan Rucita Putri.
  13.  Kak Welmince Davis, Angel Nalle, Cici Lassa, Onya Sanam dkk yang sudah bantu membelikan lebih dari 50 judul buku untuk menyemarakkan #ElafDame: Natal Baca Buku. 



Selasa, 29 November 2016

Tiga Film Pendek di Elaf Dame 2017

Di Elaf Dame, festival seni untuk perdamaian yang bakal digelar di komunitas Lakoat.Kujawas desa Taiftob, kecamatan Mollo Utara, kabupaten Timor Tengah Selatan, akan ada 3 film karya sineas muda NTT yang kami putar.


1. Maria dan Shiva (2016) karya Aries Leo

Sinopsis: Persahabatan 2 sahabat kecil asal Kupang, Timor Barat, yang berbeda keyakinan namun bisa berjalan dengan toleransi yang mereka miliki.

2. Humus (2015) karya Rucita Nandisa Putri dan Adyan Chandra
Sinopsis: Berkisah tentang pergumulan seorang anak nelayan yang mencoba mengampuni pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri. Humus adalah salah satu dari tiga film pendek yang terpilih sebagai pemenang ajang XX1 Short Film Festival 2015.

3. Konjak Julio (2013) karya Meli Hadjo

Sinopsis: Film dokumenter ini bercerita tentang Julio, anak berumur 8 tahun yang putus sekolah dan bekerja sebagai konjak atau kondektur angkutan umum. Ia tidak mau kembali ke sekolah karena takut dimarahi oleh guru. dan untuk mengisi waktu bermainnya, ia lebih memilih bekerja membantu ibunya. Penghasilan yang ia dapat tak banyak, hanya cukup untuk membeli kue dan beras. Film ini menjadi salah satu nominasi FFOK 2015.

***

Semua film ini diputar berkat dukungan teman-teman Komunitas Film Kupang. Ke depan program nonton bareng film pilihan akan dilakukan sebulan sekali di perpustakaan Lakoat.Kujawas desa Taiftob, juga masih didukung kawan-kawan KFK.

Untuk teman-teman yang ingin filmnya diputar di desa kami, silakan kontak Dicky Senda selaku programer di Lakoat.Kujawas, di email dickysenda@gmail.com atau 081338037075.