We present a concept of social enterprise/social entrepreneurship based in Mollo, Timor and utilize the natural and cultural potential for economic improvement as well as the empowerment of local communities, particularly young people. Our focus includes literacy, art-culture and the creative economy. This project involves the youth community, village library as a center for arts and culture, homestay and creative economy. It is located in Jl. Kampung Baru, No. 2, Village of Taeftob, District of North Mollo, South Central Timor, East Nusa Tenggara, Indonesia 85552. Telp./Whatsapp 081338037075. E-mail: lakoat.kujawas@gmail.com.

Jumat, 18 Juni 2021

Donasi Buku Tulis dan Perkap Sekolah

 Ada 120an anak yang mengakses perpustakaan dan sekolah budaya kami. Donasi perlengkapan sekolah seperti buku tulis, pulpen, sepatu dan tas sekolah sebagai reward atas semangat mereka membaca buku dan mengakses kelas-kelas kreatif yang ada di komunitas. 

Info lengkap ke email lakoat.kujawas@gmail.com

Untuk alamat pengiriman barang:

Eric Lofa

Jalan Piet A Tallo, Belakang Akper dan RSS Liliba, Gang Damai 12A Nomor 8 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang 85112 Tlp. 081338037075



Senin, 10 Mei 2021

Urun Dana Pembangunan Food Lab dan Ruang Arsip Benih Komunitas Lakoat.Kujawas

Lakoat.Kujawas adalah komunitas warga di desa Taiftob, pegunungan Mollo, Timor, yang mengembangkan perpustakaan warga, kelas menulis kreatif dan ruang arsip seni budaya masyarakat adat Mollo sejak tahun 2016. Dari kerja pengarsipan pengetahuan lokal itu kemudian lahir Skol Tamolok, sekolah budaya dan Mnahat Fe’u Heritage Trail, sebuah model ekonomi kreatif yang inklusif dengan fokus pada pangan lokal dan ekologi. Komunitas ini juga aktif mengumpulkan benin-benih lokal, mempromosikan kuliner Mollo, mengarsip resep dan narasi tutur tentang makanan. 


Tahun 2021 ini Lakoat.Kujawas ingin mewujudkan mimpi membangun food lab, sebuah ruang arsip benih lokal sekaligus dapur tradisional tempat meramu dan merawat pengetahuan pangan masyarakat adat Mollo. Ini juga akan jadi cafe kecil untuk mendukung program ekonomi kreatif yang inklusif bersama kelompok orang muda, petani perempuan dan keluarga disabilitas. Ini akan menjadi ruang belajar warga Taiftob dan Mollo dalam menghidupkan pengetahuan preservasi pangan dan kekayaan biodiversitas sekaligus menjawab tantangan dan persoalan krisis pangan dan iklim, malnutrisi dan pendidikan yang tidak kontekstual. 


Untuk mewujudkan semua itu kami ingin melakukan pengumpulan dana publik dengan target Rp. 30,000,000 (TIGA PULUH JUTA RUPIAH). Donasi dibuka mulai tanggal 10 Mei 2021 dan akan berakhir tanggal 10 Juni 2021.  Info rekening BRI 0277 01010910 50 5 an CHRISTIANTO SENDA. Konfirmasi transfer bisa via whatsapp 081338037075 atau email lakoat.kujawas@gmail.com


Donasi di atas 1,000,000 akan mendapatkan buku kumpulan cerpen Dongeng dari Nunuh Haumeni dan buku Surat-Surat dari Mollo, sekumpulan cerpen dan resep kuliner Mollo. Keduanya adalah karya warga desa Taiftob yang begrint di Lakoat.Kujawas. 

Kamis, 28 Januari 2021

Januari di Lakoat.Kujawas

Komunitas Lakoat.Kujawas lahir dengan alasan kuat bahwa sebagai generasi muda masyarakat adat Mollo sulit sekali mengakses pengetahuan lokal. Selain karena sekolah formal tidak menyediakan akses ke pengetahuan sejarah dan kebudayaan lokal, banyak sekali arsip atau dokumentasi sebuah kebudayaan justru tersimpan di tempat yang lain. Atau tidak ada lagi ruang-ruang seni budaya di masyarakat seperti pesta adat atau festival yang bagi masyarakat bertutur momen atau peristiwa tersebut sangat menunjang sebuah kebudayaan terpelihara dan terwariskan. Berbagai faktor di atas yang membuat generasi muda yang punya keinginan untuk mempelajari kebudayaanya akan merasa sulit. Kerja-kerja pengarsipan yang diambil oleh komunitas Lakoat.Kujawas pada akhirnya bisa menjawab tantangan sosial yang berkembang di masyarakat adat.

Ciri khas yang unik di setiap wilayah ini adalah sebagai warisan budaya yang mempunyai nilai luhur. Warisan budaya yang berbeda-beda ini, menjadi hal yang krusial tatkala memiliki kandungan peristiwa yang penting. Dalam hal ini peran kearsipan dibutuhkan dalam hal menjembatani sejarah dengan masa sekarang dan masa depan. Kearsipan yang mengelola dokumen/arsip yang mempunyai nilai-nilai peristiwa yang menunjukkan keberadaan yang luhur, sehingga dengan adanya bukti arsip akan peristiwa tersebut akan menjadi sebuah eksistensi nilai budaya.

Ada 5 fungsi kerja pengarsipan yang bisa dilakukan secara mandiri dan kolektif oleh masyarakat. Pertama adalah fungsi pelestarian warisan budaya masyarakat, kedua dapat memberi rasa hormat terhadap masa lalu. Ketiga, mengizinkan masyarakat untuk memahami dengan jelas tentang hak-hak hukum mereka, dan yang terakhir adalah mengizinkan setiap individu untuk melihat dengan jelas tentang kejadian-kejadian tertentu yang menonjol dalam kebudayaannya.

Adapun fungsi pengarsipan bukan saja terkait upaya preservasi pengetahuan sejarah dan budaya lokal, juga punya fungsi edukasi dan ekonomi kreatif. Tiga poin terakhir ini yang sedang dikembangkan oleh Lakoat.Kujawas bersama masyarakat adat Mollo yang tinggal di desa Taiftob. Komunitas pada akhirnya bisa menjadi ruang arsip, ruang berbagi pengetahuan kontekstual dan kritis serta ruang di mana potensi arsip dan dokumentasi tersebut bisa menimbulkan model ekonomi kreatif model heritage trail atau ekowisata minat khusus.

Apa tujuan dari program kerja pengarsipan dan pendokumentasian di komunitas Lakoat.Kujawas?

Pertama, kami ingin mengajak warga yang bergiat di komunitas secara aktif ikut membangun pentingnya semangat kerja pengarsipan dan pendokumentasian pengetahuan lokal dan warisan kebudayaan masyarakat adat. Kedua, kami berpendapat bahwa kerja pengarsipan yang sudah dilakukan sejauh ini bisa dikembangkan dan diperdalam bukan saja untuk kepentingan preservasi kebudayaan namun juga kepentingan edukasi dan ekonomi kreatif. 

Apa saja agenda kerja di komunitas Lakoat.Kujawas sepanjang Januari 2021 ini?

1.      Membuat transkrip dan menerjemahkan hasil rekaman video dan suara saat program Skol Tamolok (community organizing bulan Desember 2020) yakni kelas membaca tenun, kelas membaca rumah adat dan kelas membaca langit yang terkait dengan tradisi pertanian orang Mollo. Hasil transkrip ini yang akan dikembangkan jadi narasi dalam buku panduan ekowisata dan peta jalur jelahag berbasis penceritaan.

2.      Terus melanjutkan model pendidikan kritis dan kontekstual, atau apa yang disebut warga desa Taiftob sebagai sekolah adat yang dikelola komunitas. Berkaca dari keberhasilan Skol Tamolok sebelumnya. Tema-tema yang diusulkan untuk diselenggarakan bulan Januari 2020 adalah: kelas membaca Bahasa simbol visual (tato, ukiran, patung, cap pada binatang, dll di luar motif tenun), kelas membaca Bahasa simbol verbal seperti tradisi koak (pekikan) hingga bunyi nafiri.

3.      Terus melakukan kerja pendokumentasian pangan lokal yang akan dipakai untuk buku seri pangan lokal dan Mnahat Fe’u Heritage Trail, program gastronomi tour tema pangan lokal.

4.      Merancang sebuah model virtual tour tema pangan dan ekologi, dari hasil belajar dan kerja pengarsipan pengetahuan lokal.

5.      Fundrising, advokasi dan sosialisasi pangan lokal dan benih lokal, perpustakaan benih dan dapur komunitas untuk program gastronomi tur Mnahat Fe’u.