Pengantar:
Beberapa waktu Komunitas Lakoat.Kujawas menerima tamu dari UK dan Jogja. Jameela Khan saintis dan seniman asal Burnley Inggirs dan Ferial Afiff seniman asal Jogja. Komunitas Lakoat.Kujawas diajak serta dalam project kolaborasi Lifepatch dan BOMlab, dua lembaga di Indonesia dan UK yang sama-sama fokus pada kesenian, teknologi dan sains. Lakoat.Kujawas dan desa Taiftob dipilih oleh Lifepatch sebagai salah satu lokasi riset dan lokakarya oleh Jameela terkait isu kesehatan reprodusksi remaja. Ini merupakan kali kedua kolaborasi warga Taiftob dengan aktivis atau seniman di isu kespro remaja. Beberapa bulan lalu, lokakarya yang sama dilakukan oleh teman-teman Sebaya dari Forum SoE Peduli.
Jameela adalah doktor di bidang Biokimia dan magister of arts di bidang desain dan pengembangan game. Selama di Taiftob kami ajak Jameela dan Ferial melakukan berbagai kegiatan kreatif bersama warga, selain melakukan lokakarya. Mulai dari memasak pangan lokal Mollo, belajar dansa Timor, bertemu dan berdiskusi dengan kelompok perempuan penenun, nonton film dan belajar memakai pakaian adat Mollo. Terima kasih kepada Lifepatch untuk kesempatan berahmat ini. Sampai ketemu di program berikutnya.
Artikel berikut diambil dari
website Lifepacth. Selamat membaca.
Sarinah Apa Kabarmu?

Sejak akhir 2017, sepulang dari 2 bulan bermukim di BOM (Birmingham Open Media), Lifepatch menginisiasi prorgam
Sarinah, Apa Kabarmu?
Program ini berupa penelusuran ideologi gender dari sudut pandang lokal
(Indonesia dan yang kemudian di padu-padan-diskusikan dengan UK).
Keluaran program ini berupa seri klab baca, kuliah, penelitian,
lokakarya, presentasi, produksi buku, seniman mukim.
Lifepatch dan BOM sudah bekerja bersama sejak Digital Culture
Program yang diinisiasi oleh British Council 2016. Sebagai bagian dari
program seniman mukim, Lifepatch memilih Jameela Khan untuk menetap
selama sebulan di Lifepatch dan terlibat dalam program
Sarinah, Apa Kabarmu?.
Proses pemilihan Jameela melalui aplikasi terbuka yang dikelola oleh
BOM. Kegiatan seniman mukim ini didukung oleh British Council sebagai
bagian dari UK/ID festival season 2016-18.
Tentang Jameela Khan
Jameela Khan berasal dari Burnley, Inggris. Memiliki latar
belakang sains, gelar BSc dalam bidang Biokimia dengan pengalaman riset
setahun, gelar PhD dengan fokus penelitian tentang tahap akhir siklus
hidup HPV, serta Post-doktoral tentang fase awal dari siklus hidup HPV.
Sejak 2013 Jameela telah mengembangkan kerjanya di bidang seni, mendapat
gelar MA dalam bidang desain dan pengembangan game, membuat filem
analog, ikut membantu pembuatan filem analog beberapa seniman. Jameela
pernah membuat potongan filem yang mengeksplorasi perempuan di sekitar
tempat tinggalnya. Ia memenangkan berbagai penghargaan termasuk dua
Kodak NAHEMI Awards untuk sebuah permainan twine (cerita interaktif dan
non-linear) dengan judul
Red Flag. Ia juga bekerjasama dengan Cellar Door Productions dalam karya
3 Minutes to Midnight yang menggunakan VR. Pada Agustus 2017, Jameela juga turut mengorganisasi dan menjadi seniman mukim di
Allerdale film farm.
Lokakarya Twine
Selama masa mukimnya, Jameela melakukan lokakarya twine.
Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai dengan
perkenalan Jameela tentang berbagai macam jenis game alternatif.
Pengenalan tentang game alternatif ini dimaksudkan untuk memperkaya
pengetahuan peserta lokakarya atas berbagai variasi game. Jameela lalu
mengajak peserta untuk permainan Twine. Twine adalah jenis permainan
sumber terbuka untuk menceritakan kisah nonlinear interaktif. Twine
dapat diterbitkan langsung ke HTML dan bisa diunggah nyaris kemanapun.
Para peserta tidak memerlukan keahlian (programer) khusus maupun
komputer canggih untuk mengakses atau mempelajari game ini. Secara umum,
twine adalah permainan berbasis daring. Lokakarya twine ini terbuka
untuk umum dan gratis.
Aktivitas Lifepatch dan Jameela
Saat kunjungan BOM ke Yogyakarta di tahun 2016, Lifepatch
mengajak mereka ke berbagai lokasi tempat berbagai aktivitas Lifepatch
berlangsung. Salah satunya adalah kampung Juminahan. Dalam kunjungan
tersebut, para ibu menyatakan kebutuhan akan kegiatan yang berhubungan
dengan kesehatan reproduksi remaja.
Lantas dalam perjalanan penelitian Lifepatch ke Pulau Timor Barat
(NTT) pada Februari - Maret 2018, dari 15 titik lokasi yang dikunjungi
dari Atambua sampai Rote, ditemukan berbagai kondisi kehamilan remaja,
sampai menyebabkan putus sekolah. Saat Jameela bertemu dengan
Unala Youth,
mereka juga menyatakan bahwa umumnya kasus kehamilan di Yogyakarta
terjadi pada remaja di jenjang SMP. Unala menyatakan bahwa terdapat
kasus remaja tidak menyadari kehamilan sampai melahirkan sendiri dalam
kamar. Ini berbeda kasus dengan remaja jenjang SMA atau kuliah yang
sudah punya berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut.
Berangkat dari kerja Jameela di bidang sains yang terkait dengan
human papillomavirus (HPV) serta ketertarikan pada kesehatan reproduksi
dan seksual (dari sudut pandang biologis, komunitas, dan artistik),
Jameela dan Lifepatch fokus melakukan lokakarya interaktif berbasis
permainan tentang kesehatan reproduksi. Lokakarya ini merupakan sebuah
usaha men-de-stigmatisasi pembahasan mengenai seks, memungkinkan remaja
untuk menyelidiki dirinya terkait berbagai aspek mengenai seks yang
mungkin sungkan untuk mereka bicarakan, membangun rasa percaya diri
dalam menjaga tubuhnya, dan berkomunikasi dengan dokter mengenai
permasalahan-permasalahan pribadi mereka.
Seri lokakaryanya akan diadakan bersama ikatan pemuda yang
tergabung dalam Lajur 14, Kampung Juminahan - Yogyakarta, dan
Lakoat.Kujawas di SMPK Santo Yoseph Freinademetz - Desa Taiftob - Mollo -
NTT. Hasil keseluruhan pengalaman Jameela juga beragam temuan dari
perjalanan penelitian Lifepatch di NTT akan ditampilkan dalam sebuah
presentasi akhir di Lifepatch, Yogyakarta.
Aktivitas
lokakarya permainan interaktif tentang kesehatan reproduksi bersama
dengan siswa SMPK Santo Yoseph Freinademetz bekerja sama dengan
komunitas Lakoat.Kujawas, Taiftob, Mollo, NTT.
Tentang Juminahan & Lakoat.Kujawas
Kampung Juminahan berada di bantaran Sungai Code, terletak tepat
di belakang Rusunawa Graha Bina Harapan, sekitar 400 meter dari
perempatan Hotel Melia. Lifepatch sudah bekerja bersama warga kampung
tersebut sejak dimulainya Jogja River Project (2011). Lifepatch
mengadakan berbagai macam lokakarya serta kegiatan lainnya. Juminahan
belum setahun ini mendapat julukan sebagai kampung KB, BKKBN telah
mengadakan beberapa pertemuan di kampung ini sejak November 2017 dan
membentuk Penyuluh Informasi Konseling Remaja (PIKR). Menurut Lopian
Siregar, salah seorang ibu yang tinggal di Juminahan, rentang usia
remaja di kampung Juminahan sekitar 10 - 21 tahun, yang aktif
berkegiatan sekitar 23 orang dari yang terdaftar sebanyak 35 orang.
Remaja-remaja tersebut tergabung dalam kelompok yang bernama Lajur 14.
Lajur 14 adalah sebuah organisasi
cah enom (anak muda) yang
dibentuk pada tahun 2012 dan berdiri di kampung Juminahan. Tujuan
berdirinya organisasi ini adalah untuk “Nyengkuyung majuning kampung”
yang artinya bahu membahu memajukan kampung tempat tinggal kami baik
dari segi seni, kegiatan, public, maupun dan sebagainya.
Salah seorang yang Lifepatch kunjungi dalam perjalanan penelitian di
Pulau Timor bagian barat adalah Dicky Senda, di Desa Taiftob - Mollo -
Timor Tengah Selatan. Dicky menyulap rumahnya menjadi sebuah unit
kewirusahaan sosial bernama
Lakoat.Kujawas.
Lakoat.Kujawas adalah integrasi antara komunitas kesenian, perpustakaan
warga, ruang kerja kolaborasi & homestay. Selama berkunjung,
Lifepatch sempat membuat lokakarya fermentasi buah pisang, lakoat (buah
lokal yang biasa tumbuh di ketinggian 1000 mdpl) dan mangga. Lifepatch
juga sempat hadir ke pertemuan kelas menulis kreatif
To The Lighthouse
salah satu program kolaborasi komunitas Lakoat.Kujawas dengan SMPK
Santo Yoseph Freinademetz. Siswa-siswa tersebut (usia 13-15 th) sedang
mempersiapkan naskah tulisan berangkat dari dongeng/mitologi setempat
yang semakin lama terancam punah. Mimpi Lakoat.Kujawas adalalah generasi
muda Mollo tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan punya
identitas yang kuat lewat berbagai peluang kerja kolaborasi antar warga.
Sejak berdiri bulan Juni 2016, komunitas ini telah berupaya untuk
membangun sebuah ekosistem di desa Taiftob yang melibatkan berbagai
elemen penting: warga, pemerintah desa, gereja, sekolah, komunitas
warga, kelompok penenun, kelompok tani dan anak-anak sebagai titik
tengahnya. Lakoat.Kujawas percaya bahwa anak-anak Mollo harus didorong
dan dipersiapkan untuk masa depan Mollo lebih baik. Lewat kegiatan
kesenian, literasi dan kewirausahaan sosial, Lakoat.Kujawas berharap
akan membawa dampak positif bagi generasi muda Mollo. Mereka memandang
bahwa lingkungan yang sehat dan suportif perlu dibangun bersama-sama.
Silabus Lokakarya Permainan Interaktif Bersama Jameela Khan
Sebagian materi dalam lokakarya permainan interaktif tentang kesehatan reproduksi dengan remaja
(durasi: 3 hari, masing-masing 2 jam)
Setiap memulai dan mengakhiri pertemuan akan selalu membahas soal
pentingnya bertanggung jawab dan berpengetahuan dalam
menjaga-menghormati tubuh sendiri, dan tubuh pasangan. Sesi ini
menekankan untuk berhati-hati juga bijak dalam berkehidupan, menyadari
pentingnya menjaga kesehatan, serta menyayangi keluarga. Harapannya,
pengetahuan reproduksi tidak disalahgunakan, sebaliknya ia dapat
memunculkan kesadaran untuk, misalnya tidak melakukan hubungan seks yang
menimbulkan penyesalan, baik perempuan maupun lelaki sama-sama menjaga
sampai benar-benar waktunya. Pengetahuan yang dibagi berdasarkan data
ilmiah, namun diharapkan dapat searah dengan pengetahuan dari ajaran
agama, maupun norma sosial kemasyarakatan yang berlaku. Seluruh materi
yang akan dibagi berdasarkan modul pengajaran kesehatan reproduksi dari
berbagai sumber di beberapa negara untuk peserta usia 12 - 19 tahun.
- Hari 1: Organ Tubuh & Fungsinya
Permainan ini dirancang untuk mengurangi kegelisahan dan rasa malu
membicarakan organ reproduksi, melalui permainan kartu (diadopsi dari
permainan kartu
cheat). Kesulitan yang timbul karena rasa malu
untuk membicarakan organ reproduki seringkali membuat remaja tidak
mendapatkan bimbingan dari orang dewasa padahal pengalaman (baik/buruk)
mereka diperlukan oleh remaja untuk memahami istilah atau tindakan
tertentu. Menggunakan permainan kartu
cheat, yang bertujuan untuk
menghabiskan kartu yang kita miliki tanpa menunjukkan kartu tersebut ke
lawan main. Kami akan meminta peserta untuk dapat menyatakan istilah
teknis dalam reproduksi dan keintiman dengan percaya diri dan
bertanggung-jawab.
Topik yang akan dibahas seputar: organ tubuh, jenis perkelaminan, kasih sayang fisik.
Suasana lokakarya permainan interaktif tentang kesehatan reproduksi di Taiftob
- Hari 2: Berbagai Makna Dibalik Istilah Reproduksi
Membahas tentang berbagai risiko dari berhubungan seks (penjabaran
tentang berbagai penyakit menular seksual), mengkonstruksi hal-hal yang
dinamakan hubungan yang sehat. Sesi ini akan memperdalam apa yang
didapatkan dari pertemuan hari pertama dengan menggunakan permainan
Octaboo (diadopsi dari permainan taboo dan tentakel gurita). Melalui
permainan ini peserta akan menyatakan berbagai kalimat tanpa secara
langsung menyatakan kata tertentu. Melalui permainan ini, peserta akan
mempertimbangkan istilah secara mendalam dalam berkomunikasi dengan
orang lain. Ragam istilah yang akan dihadirkan merupakan istilah teknis
seputar reproduksi dan keintiman.
Topik yang akan dibahas seputar: hubungan seksual yang sehat,
penyakit menular seksual, pubertas, ragam istilah tak baku, seksualitas
secara umum.
- Hari 3: Relasi & Pentingnya Persetujuan
Berbagai kejadian pelecehan/penyakit kelamin/kehamilan yang menimpa
teman-teman usia dini fase remaja (12 - 14 tahun), kerap terjadi karena
ketidak-tahuan/mampuan untuk berkata “tidak”. Ada yang karena tidak tahu
efeknya atau tidak mampu memproses secara emosional (terkait tumbuh
kembang berbagai syaraf otak yang berperan dalam mengolah pengambilan
keputusan dan berkembang setelah fase baru mengalami pubertas). Membahas
berbagai masalah dalam koridor hubungan yang sehat --baik secara
positif/negatif--, persetujuan dengan penyadaran dan pertanggung jawaban
yang tinggi. Semua ini akan dihadirkan dengan mengadopsi permainan Ular
Tangga, peserta akan mendapatkan wawasan tentang dampak negatif pada
pola pikir tertentu (saat mendekati ular), pemahaman tentang pentingnya
izin - menghormati - menghargai (saat mendekati tangga) demi
keberlanjutan perjalanan yang masih panjang dan cerah dalam sungai
kehidupan.
Topik yang akan dibahas seputar: persetujuan, relasi sehat,
kemampuan untuk bicara bila menghadapi masalah seputar reproduksi,
pengambilan keputusan yang cerdas.