We present a concept of social enterprise/social entrepreneurship based in Mollo, Timor and utilize the natural and cultural potential for economic improvement as well as the empowerment of local communities, particularly young people. Our focus includes literacy, art-culture and the creative economy. This project involves the youth community, village library as a center for arts and culture, homestay and creative economy. It is located in Jl. Kampung Baru, No. 2, Village of Taeftob, District of North Mollo, South Central Timor, East Nusa Tenggara, Indonesia 85552. Telp./Whatsapp 081338037075. E-mail: lakoat.kujawas@gmail.com.

Kamis, 23 Januari 2020

SKOL TAMOLOK #1: Menghubungkan Peran Warga di Komunitas dan Masyarakat dengan Tugas-Tugas Menggereja


Bagi kami di komunitas, belajar bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Kemarin malam untuk pertama kali program kami #SkolTamolok diselenggarakan. Ini adalah cara kami menjawab tantangan bagaimana caranya warga aktif yang terlibat di komunitas mempunyai kemampuan berbicara di depan publik, mampu mengungkapkan ide, visi dan gagasannya kepada orang lain dengan baik. Skill ini menjadi kebutuhan ketika komunitas ini semakin besar dan semakin banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak. Setiap individu di komunitas diharapkan bisa mengambil peran dan tugas kreatif mereka secara adil dan setara.



Skol Tamolok adalah model pendidikan kontekstual, pendidikan berbasis masyarakat atau komunitas. Pendidikan yang menjawab kebutuhan kami sendiri di komunitas. Edisi perdana ini menampilkan mama Gea/mama Kristina Fobia, salah satu warga aktif di lakoat.kujawas yang mencoba mengangkat isu sampah plastik dan krisis lingkungan hidup, terutama air dan udara. Sebagai ibu rumah tangga, mama Gea mencoba mengajak warga yang lain untuk mulai memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan sendiri. Merasa resah dan mencoba mencari solusi atas masalah sampah plastik rumah tangga dan mencoba berefleksi tentang pentingnya pohon dan daerah resapan air yang harusnya mendapat perhatian warga. Komunitas bagi mama Gea harus bisa mengambil peran kecil ini. Komunitas diharapkan akan menjadi contoh bagi warga yang lain.

Sementara itu bintang tamu kami, frater Verry Umbu Tuku yang pernah dua tahun bergiat bersama kami mencoba membagi pengalamannya melakukan penelitian di lakoat.kujawas untuk tesisnya terkait #activecitizens di lakoat.kujawas dan dampaknya bagi gereja. Frater Verry mencoba melihatnya dari tiga anjuran/seruan gereja Katolik yakni Apostolicam Actuositatem sebuah dekrit tentang kerasulan awam yang dikeluarkan Paus Paulus. Apakah model yang dilakukan di lakoat.kujawas ini bisa dibaca sebagai model kerasulan awam? Misalnya dengan melakukan evangelisasi secara baru dan kontekstual yang dianjurkan paus fransiskus. Bagaimana komunitas terlibat dalam kerja pendokumentasian dan pengarsipan sejarah gereja Katolik di Mollo. Dan yang terakhir adalah ensiklik Laborem Exercens dari Paus Yohanes Paulus II. Apa sih masalah sosial dewasa ini terkait dengan pekerjaan? Bagaimana sih mewujudkan pekerjaan yang adil dan mensejahterakan bukan saja untuk diri sendiri tapi bagi orang lain? Sejauh mana kreativitas dan semangat keberlanjutan itu muncul dalam karya kita? Diskusi semalam  menjadi menarik karena ternyata presentasi frater Verry membawa refleksi tersendiri. Ada perasaan bahwa komunitas warga dalam peran menggereja seringkali masih ada gap dan ketidakpahman.



Banyak yang akhirnya sadar bahwa ternyata gereja sebenarnya punya perhatian yang mendalam terkait kehidupan sosial ekonomi dan tanpa sadar sebenarnya tugas dan peran itu sudah dijajalankan oleh umat beriman lewat aktivitas dan karya mereka di komunitas. Ah menarik sekali #skoltamolok edisi perdana semalam. Bulan depan akan bahas apa lagi? Ini akan jadi suprise. Yang ingin terlibat sebagai bintang tamu maupun pendengar, boleh kok. Skol Tamolok terbuka untuk umum. Kabari kami ya jika Anda tertarik untuk ikut.

#activecitizens #socialenterprise #kapankekapan #community

Kamis, 16 Januari 2020

Mnahat Fe’u Heritage Trail 2020: Things You Should Know!


Untuk artikel versi bahasa Indonesia silakan scrol ke bawah. 

Translated by Randi Tamelan

What is Mnahat Fe’u Heritage Trail?

First of all, we would like to welcome you to our community, Lakoat.Kujawas. We are located in Taiftob Village, Mollo, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. One of our programs is Mnahat Fe’u Heritage Trail, an event to engage you and the people of Mollo to learn about art & culture, agriculture and the ecology. Originated from Meto clan in West Timor, Mnahat Fe’u or roughly translated as fresh food, is a gratitude act of the locals to welcome harvesting season with dancing and rhymes called Bonet. For the past three years, Lakoat.Kujawas has been working on the archiving of Mollo’s art & culture and its rich history as a part of village revitalization's commitment.
It comes to our surprise that by documenting local knowledge and its grand culture from the past, has been giving the village a positive economic effect, especially in special interest tourism. However, we believe that tourism is only a bonus of our community’s initiatives and by looking at our own aim as the young generation of Mollo, practising local knowledge and art & culture in our village is remain the priority.
As a part of Mnahat Fe’u Heritage Trail, your involvement is going to support our community’s creative work in empowering children, women and young people. From walking tour to visit sacred stone and water site, to learning local’s poem, you are more than welcome to experience Mollo’s most exceptional art & culture, and its agricultural history.



When is Mnahat Fe’u Heritage Trail?

During 2020, Mnahat Fe’u Heritage trail is going to be held once a month from January to August. Mark your calendar for the first trail on January 18th, the second one on February 29th, and the third trail on March 25th. Upcoming schedule of Mnahat Fe’u Heritage Trail is coming soon on our Instagram feed @lakoat.kujawas. Make sure to catch more information about Mnahat Fe’u Heritage trail 2020‘s timetable there.
What is unique from this season’s Trail?
On this trail, we offer special interest tourism that is not well known yet in Timor. We conduct this trail in an educational tourism that allows visitors to learn from the locals or vice versa. Our focus is on Mollo’s culinary and its art & culture, including agricultural tradition, ecology concept and human’s history in Mollo.
Mollo might be a new name or a new place or a new culture, right?
Each trail is going to vary from one and other because it adjusts to the harvesting seasons. For example, you will experience a taste of various mushrooms in January, corn and loquat in February, and tuber & beans in August. This also applies to walking tour, culinary, and art tradition workshop in each month.



How long the duration of Mnahat Fe’u Heritage Trail?

It is a one-day activity started from 9 am to 4 pm. During the day, you will engage with the locals in Lakoat.Kujawas started from walking tour to our farms, visiting water site, sacred stone, joining art and cultural workshop, and of course having a taste of traditional healthy Mollo’s cuisine.
How to participate? How much does it cost?
You can message us through our Instagram account @Lakoat.Kujawas or WhatsApp to +6281338037075. You are charged IDR. 250.000 per person to BRI 4732 – 01013229-53-5 - CHRISTIANTO SENDA. You can send the confirmation of payment to our Instagram account or WA +6281338037075.
The price is included two snacks and one healthy lunch, workshop and the rest activities. This price does not include accommodation. If you are planning to stay over in a simple local’s home, then you are charged IDR 75.000 per room (Two people may share one room) Also the price does not include breakfast, lunch (outside the trail) and dinner.
We also recommend other accommodations in Kapan or Soe. Timor Megah Hotel, Phone +6285253015444 and Hotel Bahagia II SoE 0387 – 21095 (You can also book via travelling apps such as Traveloka and many more). As for transportation from Airport or Kupang to Mollo both way, you can contact Hendrik Travel +6281210999432. Also, for a motorbike ride/ojek, you can ring Dus +6282144888397.
If you are from outside Timor and looking for travelling around Timor Tengah Selatan during your stay in Lakoat Kujawas, we are keen to help giving recommendation on various tourism destinations that might suit your need.



Is there any age limit?

Children above seven years old up are welcome to join this trail. We also limit each trail to only 15 participants.

What To prepare?

Physic and mental are essential to maintain for outdoor activity. Please do bring your pieces of personal equipment, jacket, raincoat, medicine, umbrella, shirt, and hat. (January – July is usually rainy and could be cold)
Dos and Don’ts during Mnahat Fe’u Heritage Trail.
Do not give cash and food or lollies to children that you are going to meet during the trail. Moreover, let us support the conducive environment for the good of the local community. If you are willing to volunteer sharing your specialised knowledge or skill to the people of Mollo, you can let us know so we can arrange a special event with you.

Where are we located?

We are located in Taiftob Village, in Kapan. Jalan kampung baru nomor 2, Mollo Utara. (Kampung Baru Street No.2, North Mollo). You can locate us on google maps.
We believe this is all that you might need to know from us. Hope this helps you and if you have more questions, do not hesitate to contact us.

See you in Mollo.


Clips of our Mnahat Fe’u Heritage trail on Our Better World https://www.youtube.com/watch?v=6bHYtcto2iI.
The related article of mnahat Fe’u Heritage Trail on https://travel.ourbetterworld.org/story/journey/celebrate-mollo-gathering-arts-and-food/story
Our summer Bonet Dancing Mnahat Fe’u Heritage Trail https://www.youtube.com/watch?v=5WhirFki19Q&t=133s




Apa itu Mnahat Fe’u Heritage Trail? 

Pertama-tama kami ucapkan selamat datang di Komunitas Lakoat.Kujawas. Mnahat Fe’u Heritage Trail adalah salah satu program yang ada di komunitas Lakoat.Kujawas di desa Taiftob, Mollo, Timor NTT yang mempertemukan anda dengan komunitas warga aktif Mollo, seni budaya, pangan dan ekologi. Berasal dari kata mnahat fe’u yang artinya makanan baru, sebuah ungkapan syukur masyarakat suku Meto di Timor Barat saat menyambut masa panen, yang salah satu bentuk ungkapannya adalah bonet, sebuah seni bertutur dan menari. Tiga tahun terakhir komunitas Lakoat.Kujawas melakukan kerja-kerja pengarsipan seni budaya dan sejarah Mollo dan melakukan proses revitalisasi kampung, mengumpulkan pengetahuan dan kebudayaan dari masa silam yang cukup kuat, bernilai dan penting bagi masa sekarang, lantas sadar bahwa semua itu mempunyai dampak ekonomi kreatif, terutama pariwisata minat khusus, sesuatu yang tidak kami rencanakan dan cita-citakan sejak awal. Pariwisata adalah bonus, kembali ke misi awal, sebagai generasi muda Mollo, kami ingin merawat pengetahuan dan kekayaan seni budaya dan sejarah kampung kami. Anda yang ikut trail ini akan ikut serta mendukung kerja kreatif komunitas warga dan sebagai model kewirausahaan sosial, keuntungan dari trail ini sebagian besar diinvestasikan untuk pengembangan diri kelompok anak, perempuan dan kaum muda di komunitas Lakoat.Kujawas.
Jika tertarik belajar seni budaya dan sejarah Mollo lewat pangan dan aktivitas walking tour ke situs batu dan mata air, belajar seni bertutur bersama warga lokal sembari mendukung kerja kreatif komunitas warga, mungkin Anda bisa bergabung dengan kami.



Kapan Mnahat Fe’u Heritage Trail dilakukan?

Sepanjang tahun 2020, kami merancang heritage trail ini akan terjadi di bulan Januari hingga Agustus, sekali setiap bulan. Januari ini akan berlangsung tanggal 18, lalu berlanjut di tanggal 29 Februari 2020 dan heritage trail ketiga nanti tanggal 25 Maret 2020. Jadwal bulan April – Agustus akan menyusul kemudian. Pantau terus Instagram kami, @lakoat.kujawas untuk dapat info terbaru terkait agenda heritage di sepanjang tahun ini.

Apa yang unik dari heritage trail ini?

Jenis wisata minat khusus memang belum banyak dan popular di Timor. Apalagi terkait wisata edukasi, traveling sekaligus belajar sesuatu dari komunitas setempat atau memberi sesuatu bagi komunitas. Fokus kami adalah pangan/kuliner lokal Mollo dan seni budaya yang melatarinya, termasuk tradisi pertanian, konsep ekologi dan sejarah terkait manusia yang ada di Mollo. Mollo? Tentu saja sebuah nama, tempat dan kebudayaan yang baru, kan? Trail tiap bulan juga dijamin tidak akan sama, sebab titik fokusnya akan berubah menyesuaikan dengan musim pangan bulan itu? Januari ini akan ada pengalaman terkait aneka jamur, namun di bulan Februari musim jagung dan buah lakoat akan punya kisahnya sendiri, sementara di bulan Agustus nanti, aneka umbi dan kacang akan memberi pengalaman baru tersendiri. Begitupun aktivitas walking tour dan workshop kecil terkait memasak atau seni tradisi akan berbeda di tiap bulannya.



Berapa lama durasi heritage trail?

Mnahat Fe’u dirancang untuk kegiatan sehari di komunitas. Dimulai jam 9 pagi dan berakhir jam 4 sore, sudah termasuk di dalamnya walking tur ke kebun, mata air dan situs batu, workshop seni budaya, makan pangan lokal Mollo komplit, berinteraksi dan belajar bersama warga aktif di komunitas Lakoat.Kujawas.

Bagaimana cara ikutan? Berapa biayanya?

Daftar via Instagram @lakoat.kujawas atau WA 081338037075. Per orang membayar Rp. 250,000 ke nomor rekening BRI 4732 – 01013229-53-5 an CHRISTIANTO SENDA. Konfirmasi bukti transfer ke WA 081338037075.
Harga ini sudah termasuk dua kali snack dan satu kali makan siang menu sehat pangan lokal, aktivitas workshop dll. Harga ini BELUM termasuk penginapan jika ingin menginap di rumah warga. Penginapan di rumah warga jumlahnya terbatas dan sangat sederhana, dengan tarif Rp 75,000 per kamar, sekamar bisa dua orang. Harga tersebut belum termasuk sarapan, makan siang dan makan malam.

Kami merekomendasikan penginapan lainnya di Kapan atau di SoE. Timor Megah Hotel tlp 085253015444 dan Hotel Bahagia II SoE 0387 – 21095 (bisa disorder di traveloka dll). Jasa mobil yang bisa disewa dari Kupang ke Mollo (atau sebaliknya) ada Hendrik Travel 081210999432. Jasa Ojek selama di Mollo atau dari SoE ke Mollo bisa mengontak Dus 082144888397.



Jika Anda dari luar Timor bahkan luar NTT dan ingin bepergian ke tempat lain di Timor Tengah Selatan selama kunjungan Anda ke Lakoat.Kujawas bisa mengabari kami. Kami akan sangat senang membantu merekomendasikan tempat wisata dan cara menjangkau tempat tersebut.

Apakah ada batasan usia?

Anak di atas usia 7 tahun hingga dewasa bisa mengikuti trail ini. Yang terbatas lainnya, per trail kami membatasi hanya untuk maksimal 15 orang, tidak lebih.

Apa yang harus dipersiapkan?

Fisik dan mental, sebab akan ada banyak aktivitas outdoor. Bawa serta perlengkapan pendukung pribadi, jaket, jas hujan, obat pribadi, payung lipat, kaos kaki dan topi (bulan Januari – Juli sering hujan dan cukup dingin).

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengikuti kegiatan di Lakoat.Kujawas?

Memberi uang tunai dan makanan atau permen ke anak-anak yang kita temui sepanjang kegiatan sangat tidak kami harapkan terjadi. Selebihnya, mari kita belajar bersama dan saling mendukung untuk kebaikan komunitas warga. Jika punya pengetahuan dan skill yang bisa dibagi gratis ke warga, kabari kami ya? Kita atur jadwal dan waktu terbaiknya.



Di mana lokasi kami?

Kami ada di desa Taiftob, di Kapan. Jalan kampung baru nomor 2, Mollo Utara. Kami bisa juga ditemui di google maps.

Demikian info singkat, semoga bermanfaat. Sampai ketemu di Kapan.

Beberapa video dan tulisan referensi terkait Mnahat Fe'u bisa disimak di link berikut:
Profil kami di Our Better World https://www.youtube.com/watch?v=6bHYtcto2iI. Artikel terkait bisa dibaca di sini https://travel.ourbetterworld.org/story/journey/celebrate-mollo-gathering-arts-and-food/story

Atau salah satu heritage trail dengan fokus menari bonet musim panen https://www.youtube.com/watch?v=5WhirFki19Q&t=133s





Senin, 06 Januari 2020

Skol Tamolok, Terbaru dari Komunitas Lakoat.Kujawas



Skol Tamolok (Tabaina Monit noi Alekot) adalah sebuah inisiatif baru dari kelompok orang muda dan orang tua yang bergiat di komunitas Lakoat.Kujawas. Sebuah model pendidikan alternatif dan kontekstual dari dan untuk warga aktif, diselenggarakan tiap bulan, hari Sabtu pekan keempat.

Seperti sekolah, Skol Tamolok adalah ruang belajar warga. Ruang yang mempertemukan berbagai pengalaman, ide dan gagasan. Ruang yang mempertemukan relawan fasilitator (dari berbagai latar pengalaman, skill dan profesionalisme) dengan warga sendiri (penenun, petani, buruh, guru, pastor, kepala desa, budayawan, dll).

 Di ruang ini, warga akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide, gagasan atau pengalaman pribadinya. Topik yang dipresentasikan perwakilan warga bisa apa saja, mulai dari motif tenun, koperasi, obat tradisional, pangan lokal dan berbagai hal yang dekat dengan realitas mereka.

Bagi relawan fasilitator, kami berharap pengetahuan yang akan dibagi tidak jauh-jauh dari pertanian, seni budaya, pangan dan ekologi. Bisa juga tentang pendidikan anak (parenting), koperasi, gizi, kewirausahaan/UKM, dst.

Bagi yang tertarik menjadi relawan fasilitator, silakan kontak 081338037075 atau email dickysenda@gmail.com


Program Mnahat Fe’u Heritage Trail 2020 Telah Dibuka


Mnahat Fe’u Heritage Trail kembali hadir di bulan Januari hingga Agustus 2020. Heritage Trail yang mempertemukan seni budaya dengan ekologi dengan pangan/kuliner sebagai titik tengahnya. Untuk trail kami hanya batasi untuk 15 orang per trail. Berikut agendanya:
1. Mnahat Fe’u Heritage Trail the Beginning, desa Taiftob, 18 Januari 2020 (full booked)
2. Mnahat Fe’u Heritage Trail Pu’u, desa Taiftob 29 Februari 2020 (pendaftaran dibuka)
3. Mnahat Feu Heritage Tral Lakoat, desa Taiftob, 25 Maret 2020 (pendaftaran dibuka)
Info lengkap dan pendaftaran silakan kontak ke WA 081338037075.

NB: untuk trail bulan April-Agustus tanggalnya akan kami rilis kemudian.




Program Residensi Kesenian Tahun 2020 di Lakoat.Kujawas Sudah Dibuka



Program residensi kesenian Apinat-Akhalat dari Komunitas Lakoat.Kujawas di pegunungan Mollo, Timor Tengah Selatan, NTT dibuka kembali sepanjang tahun 2020. Komunitas Lakoat.Kujawas adalah sebuah komunitas warga yang lahir di desa Taiftob, 10 Juni 2016, yang mengintegrasikan perpustakaan warga, ruang arsip seni budaya Mollo dan ruang kerja kolaborasi dengan pendekatan kewirausahaan sosial. Apinat-Aklahat adalah salah satu program dari banyak program regular yang diselenggarakan Lakoat.Kujawas sepanjang tahun. Antara lain,
1. Kelas menulis kreatif To the Lighthouse yang melibatkan belasan remaja Mollo setiap Sabtu dan Minggu. Berkolaborasi dengan SMPK St. Joseph Freinademetz Kapan.
2. Kelas menenun bersama artisan tenun mama Mety Laka dan para remaja desa Taiftob. Diselenggarakan setiap akhir pekan.
3. Mnahat Fe’u Heritage Trail, sebuah jasa pariwisata minat khusus (wisata edukasi seni budaya dan sejarah) dengan model social enterprise, yang mempertemukan seni budaya, dan ekologi dengan pangan/kuliner sebagai titik tengah dan highlight-nya. Kami selenggarakan di bulan Januari – Agustus. Baca artikel lengkapnya di sini https://travel.ourbetterworld.org/story/journey/celebrate-mollo-gathering-arts-and-food/story
4. Forum Keluarga Disabilitas, sebuah forum yang digagas warga aktif desa Taiftob (mama pendeta Venni Bessie dan mama Marlinda Nau). Forum ini mempertemukan keluarga-keluarga dengan anak disabilitas di desa Taiftob yang selama ini terabaikan.
5. Kelompok Perempuan Pengolah Hasil Pertanian, sebuah kelompok perempuan dampingan Perkumpulan Pikul dan Oxfam Indonesia.
6. Perpustakaan warga Lakoat.Kujawas, ruang pinjam dan baca buku dengan berbagai program kesenian dan literasi seperti workshop fotografi, film, musik dan teater. Perpustakaan buka setiap akhir pekan.
7. Skol Tamolok (Tabaina Monit Noi Alekot), sebuah gagasan baru dari kelompok orang muda dan orang tua, ruang pendidikan alternatif dan kontekstual untuk belajar dan bertukar informasi dan pengetahuan. Diselenggarakan setiap bulan di hari Sabtu pekan keempat.

Program residensi kesenian ini terbuka untuk para seniman dan budayawan di bidang musik, teater, film, fotografi, tari, sastra, fashion dan arsitek. Juga petani, chef atau food activist.
Program ini terbuka sepanjang tahun 2020, dengan durasi minimal 3 hari maksimal 2 pekan.
Lakoat.Kujawas tidak menanggung biaya transportasi dar kota asal ke Mollo dan sebaliknya, termasuk perdiem dan honor. Komunitas hanya menanggung akomodasi dan konsumsi selama seniman tinggal di Mollo.
Proposal silakan dikirim ke dickysenda@gmail.com. Lakoat.Kujawas akan melakukan kurasi atau seleksi proposal yang masuk. Termasuk mendiskusikan ide dan gagasan yang sedang dikerjakan Lakoat.Kujawas. Beberapa info singkat terkait hal itu bisa disimak di sini.

1. Sejak 2016 Lakoat.Kujawas melakukan kerja-kerja pengarsipan dan pendokumentasian sejarah, budaya dan kesenian Mollo. Revitalisasi kampung adalah visi besarnya dan pangan, pertanian dan ekologi adalah tiga hal yang menarik sebab menjadi potensi penting yang ditemukan dalam riset kami, menjadi identitas penting yang perlu diperkuat. Kami pernah melakukan tiga kali pameran arsip sejarah dan seni budaya di depan publik di desa dan kecamatan.
2. Terkait poin nomor satu, berbagai workshop menulis kreatif, fotografi, teater dan musik yang sudah pernah kami gagas, temanya tidak jauh-jauh dari visi revitalisasi seni budaya dan sejarah kampung, termasuk di dalamnya revitalisasi hutan, mata air dan batu sebagai pusat kebudayaan orang Mollo. Dua buku yang kami terbitkan dari hasil workshop menulis kreatif banyak berbicara tentng dongeng dan legenda juga nilai terkait ekologi.
3. Mnahat Fe’u heritage trail yang kami gagas adalah hasil akhir dari riset dan kerja-kerja pengarsipan seni budaya dan sejarah Mollo. Pariwisata bukan tujuan awal, pawisata minat khusus ini adalah bonus dari rangkaian panjang mewujudkan mimpi dan visi revitalisasi kampung sebagai ruang hidup bersama yang nyaman.

Hendaknya proposal yang teman-teman ajukan tidak akan jauh-jauh dari apa yang sudah dan sedang dirintis oleh warga aktif yang bergiat di komunitas lakoat.kujawas (dalam hal ini akan berkaitan langusng dengan program-program regular yang sudah kami sampaikan di atas).

Untk info lebih lanjut bisa via Whatsapp ke 081338037075 (Dicky).



Salam budaya



Rabu, 04 Desember 2019

Donasi Buku Tulis dan Buku Bacaan Sebagai Reward Untuk Peminjam Buku Terbanyak di Lakoat.Kujawas

Tidak terasa satu semester berlalu. Sebagai komunitas warga aktif di desa kecil Taiftob di pegunungan Mollo, Timor, kami hampir melewati semester ini dengan baik. Dan sebagai komunitas kesenian yang sedang bersemangat menghidupkan ruang literasi dan pendidikan kontekstual (model pendidikan berbasis pengetahuan lokal terkait seni budaya, sejarah, pertanian, ekologi, dst) kami senang sekaligus bersyukur dikelilingi banyak sekali orang baik: anak-anak yang bersemangat, orang tua yang selalu mau terlibat, para relawan dan donatur yang selalu mendukung kami. Kami juga sedang membangun sebuh perpustakaan dan art center terbaru, sebagai ruang publik baru di desa kami yang bisa diakses oleh siapapun.



Dalam perjalanan satu semester ini, tentu saja ada banyak hal telah dilalui. Mama Marlinda Nau dan mama Pendeta Venny Bessie dengan program dua mingguan bersama Forum Keluarga dengan anak-anak disabilitas, kelas menulis kreatif #ToTheLighthouse yang sebentar lagi akan menerbitkan buku kumpulan cerpen, buku ketiga mereka. Semester ini kami juga kedatangan beberapa teman relawan baik seniman maupun guru. Antara lain, Lucina dari Polandia, Royyan Julian penulis asal Madura dan Iven Manning, guru dan penerjemah asal Perth Australia. Ketiganya ikut menjadi relawan pengajar di kelas bahasa Inggris dan menulis kreatif di desa kami, kolaborasi dengan SMPK St. Yoseph Freinademetz Kapan.

Kami bangga bahwa anak-anak yang bergiat di Komunitas Lakoat.Kujawas terus bertumbuh dengan luar bisa. Rasa percaya diri, keberanian dan ketangguhan sebagai anak dan remaja nampak sekali dan itu diakui oleh para guru mereka di sekolah formal. Sebagai komunitas warga kami senang sudah ikut mendukung pendidikan mereka di sekolah formal, mendukung mereka bertumbuh secara maksimal. "Anak Lakoat selalu berbeda dengan anak yang belum bergabung dengan Lakoat." Ungkap mama Mety salah satu orang tua di desa kami. Ini adalah amanah. Kami terus berupaya untuk memperkuat ekosistem warga aktif bersama dengan Gereja, Sekolah, tokoh adat, pemerintah desa dan kelompok masyarakat. Termasuk teman-teman relawan dan donatur. Terima kasih untuk kebaikan kalian semua.
Di akhir semester seperti biasanya kami mengagendakan sebuah program donasi terbuka sebagai reward untuk 120an anak anggota perpustakaan Lakoat.Kujawas untuk segala prestasi mereka di sekolah dan di komunitas, segala cara mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan kampung sebagai tempat tinggal yang nyaman dan ramah bagi semua orang termasuk diri mereka sendiri. Untuk itu kami mengadakan program donasi terbuka ini.

Apa Saja Bentuk Dukungan?

Jika ingin terlibat, Anda boleh mendonasikan buku tulis, balpoint, buku gambar, krayon dan pinsil. Juga buku bacaan untuk menambah koleksi perpustakaan kami, buku bacaan anak, majalah anak, buku dongeng, komik dan buku bacaan remaja (novel remaja, buku puisi dan buku cerpen) serta eksiklopedia.

Bagaimana Caranya?

Silakan kirim minimal 1 orang 1 pak buku tulis dan 1 pak balpoint, atau satu majalah atau satu buku bacaan apa saja yang bisa dibaca anak-anak dan remaja. Bisa berupa barang atau uang (akan dibelanjakan oleh Lakoat.Kujawas).

Barang bisa dikirim ke alamat kami: Perpustakaan Lakoat.Kujawas, Jalan Kampung Baru No. 2 Desa Taiftob Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, NTT 85552 Tlp. 081338 037075.

atau dikirim ke rekening BRI 0277 01010910 50 5 an CHRISTIANTO SENDA.

Akhir kata, selamat menyongsong Natal untuk kita semua.