TAIFTOB-Komunitas Lakoat.Kujawas berkolaborasi dengan RMI, AFA, dan Pakisama serta didukung VOICE menyelenggarakan "Workshop Being and Becoming Indigenous" di tengah Pandemi Covid-19 di Perpustakaan Komunitas Lakoat.Kujawas di Desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 25 Juli 2020.
Workshop
bertujuan memperkenalkan kembali adat dan budaya Mollo kepada kaum muda. Kegiatan
tersebut diikuti kaum muda dari Komunitas Lakoat.Kujawas, Perkumpulan PIKUL,
Forum Sejarah dan Budaya, Forum Soe Peduli, dan beberapa warga Desa
Taiftob.
Panitia
pelaksana workshop Anna Maria mengatakan dalam kegiatan tersebut peserta diajak
berbagi cerita dan membahas bersama indentitas diri, adat-budaya, serta
modernitas secara kritis, namun tetap santun.
Peserta
dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing kelompok diminta menciptakan
sesuatu yang merupakan ciri khas dari Mollo.
“Hebatnya
pada saat itu anak-anak dari Kelas Menulis Komunitas Lakoat.Kujawas langsung
menghasilkan sebuah puisi berantai yang berjudul Mutis,” kata Anna.
Mutis
adalah nama gunung tertinggi di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang berada di
Mollo. Mutis merupakan yang artinya ‘genap’ juga ‘batu marga’ dari orang asli
Mollo. Dari Gunung Mutis mengalir empat mata air sungai yang kini masih
dinikmati masyarakat Mollo.
Panitia pelaksana lainnya, Tonny Oematan mengatakan, meski di tengah pandemi Covid-19 peserta tetap bersemangat memperlajari Kanaf (Marga), Kanfatu (Batu Marga), dan Otes (Nama Kampung) dari peserta yang lain.
“Peserta
juga mempelajari arti dan cerita dari nama-nama kampung yang ada di Mollo,”
ujarnya.
Tonny
mengatakan Komunitas Lakoat.Kujawas menyelenggarakan workshop tersebut dengan
harapan agar generasi muda saat ini tetap mencintai adat dan budaya Mollo.
Selama
acara berlangsung panitia dan peserta tetap mematuhi protokol kesehatan
Covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak, mecuci tangan, dan memakai ‘hand
sanitizer’. (Erlis Marlina Talan/
Lakoat.Kujawas, NTT)
***
Erlis adalah pemuda Mollo yang bergiat di komunitas Lakoat.Kujawas, bersama Dicky Senda dan kawan-kawannya mereka mengagas program ekowisata minat khusus bertema pangan lokal, Mnahat Fe'u Heritage Trail.

