We present a concept of social enterprise/social entrepreneurship based in Mollo, Timor and utilize the natural and cultural potential for economic improvement as well as the empowerment of local communities, particularly young people. Our focus includes literacy, art-culture and the creative economy. This project involves the youth community, village library as a center for arts and culture, homestay and creative economy. It is located in Jl. Kampung Baru, No. 2, Village of Taeftob, District of North Mollo, South Central Timor, East Nusa Tenggara, Indonesia 85552. Telp./Whatsapp 081338037075. E-mail: lakoat.kujawas@gmail.com.

Tampilkan postingan dengan label jurnalisme warga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnalisme warga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2020

Lakoat.Kujawas Selenggarakan 'Gender and Leadership Training'

TAIFTOB-Komunitas Lakoat.Kujawas berkolaborasi dengan RMI, AFA, Pakisama serta didukung VOICE menyelenggarakan "Gender and Leadership Training" di tengah Pandemi Covid_19 di Aula Paroki St. Maria Imaculata Kapan, Desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 18 September 2020 dan Sabtu, 19 September 2020.




Training bertujuan merubah pandangan orang muda mengenai kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan. Kegiatan tersebut dihadiri kaum muda dari Komunitas Lakoat.Kujawas, warga aktif Desa Taiftob, perkumpulan PIKUL, Forum Sejarah dan Budaya, Pendeta GMIT Ebenheazer Kapan, Pastor Gereja St. Maria Immaculata Kapan, dan dua orang mama pejuang tambang  dari Fatumnasi.

Ketua panitia pelaksana training Wilibrodus Oematan mengatakan dalam kegiatan tersebut peserta diajak berdiskusi membahas masalah dan isu-isu gender di lingkungan masyarakat dan membahas peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari pertama kegiatan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan isu gender. Pada hari kedua peserta mendiskusikan tentang kepemimpinan perempuan dan mendengarkan kisah perempuan-perempuan Mollo yang berjuang melawan tambang di Fatumnasi dan Tune.


"Maksud dari kegiatan ini adalah kita bisa mengenal dan mengerti kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam hidup bermasyarakat".

Kesetaraan gender merupakan kondisi dimana perempuan dan laki-laki tidak lagi dibedakan kedudukan dan status. Artinya bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan status yang sama di lingkungan masyarakat.

Sedangkan kepemimpinan perempuan sendiri adalah kemampuan seorang perempuan untuk bukan saja memimpin tapi memberikan perubahan ke arah yang lebih baik.

Menurut Anna Maria (Panitia Kegiatan), menambahkan bahwa  kegiatan tersebut membuka pemikiran kaum muda tentang peran perempuan terlebih melalui  kisah perempuan-perempuan di Fatumnasi dan Tune yang berjuang menolak tambang.

Selama kegiatan berlangsung panitia dan peserta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid_19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai Hand Sanitizer. (Kelas Menulis Lakoat.Kujawas/ Lakoat.Kujawas, NTT).